Selasa, 24 Juli 2012

Perusahaan PT Telkom sudah mengadopsi E - MONEY


E-Money
Membuat Transaksi Kian Nyaman dan Aman
Hot Topic Mon, 10 Aug 2009 16:01:00 WIB 
Dua tahun lalu Telkomsel sebagai salah satu operator seluler mulai memperkenalkan layanan transaksi pembayaran nontunai berkonsep mobile wallet. Perkembangan itu kemudian diikuti dengan penyediaan jasa pengiriman uang atau remitansi pada tahun lalu. Hal yang sama juga dikembangkan operator besar lainnya, tidak terkecuali PT Telkom sebagai induk perusahaan Telkomsel.

Inovasi tersebut tentu menjadi terobosan bagi pelanggan jasa telekomunikasi pada era gaya hidup mobile sekarang ini. Apalagi akhir tahun lalu, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sudah mulai berlaku.

Bahkan, dalam waktu tidak lama lagi, akan terbit pula peraturan pemerintah yang menjadi payung hukum tambahan yang mengakomodasi keamanan, tanggung jawab dan pelaksanaan ITE itu sendiri.

Tidak berhenti di situ, pada April 2009, Bank Indonesia resmi mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No.11/2009 tentang Uang Elektronik (e-money). Dengan demikian aturan main dan hukum sudah tersedia untuk mengawal penerapan transaksi nontunai tersebut.

Lantas sejauh apakah perkembangan layanan inovatif tersebut tahun ini? Langkah yang dilakukan Grup Telkom sepertinya mewakili penyempurnaan itu.

Agus F. Abdillah, General Manager e-Payment PT Finnet Indonesia anak usaha Telkom, mengatakan ada sejumlah perubahan dan kemajuan yang dihasilkan selama tahun ini.

Dia mengatakan Finnet sebagai perusahaan penyedia jasa pengelolaan transaksi keuangan di lingkup Grup Telkom telah merampungkan tugas menyediakan infrastruktur aplikasi dan peranti keras untuk mendukung pengembangan dan penyesuaian itu.

"Dari sisi teknologi masih sama, tetapi kami telah memisahkan account untuk wallet dan remitansi [pengiriman uang] sesuai dengan syarat dari BI," katanya.

Setelah menyempurnakan pengaturan parameter teknis, proses bisnis, Telkom pun akan segera melakukan registrasi ke pengguna FlexiCash. Sesuai dengan aturan baru tentang e-money, pengguna e-money harus terdaftar secara terperinci sesuai dengan persyaratan tidak cukup melalui SMS, ini diterapkan untuk tujuan keamanan.

Penyesuaian-penyesuaian tersebut dilakukan karena Telkom akan segera memperoleh lisensi sebagai penyelenggara kegiatan usaha pengiriman uang.

"Lisensi ini sudah dalam proses bahkan sudah audit final, hanya tinggal menunggu keluarnya izin saja," kata Agus.

Dengan izin itu, pelanggan layanan FlexiCash nantinya dizinkan melakukan tarik tunai dan transfer dana antarpemegang.

Dengan mengacu pada Peraturan BI, layanan FlexiCash yang dulu dikenakan pembatasan nilai uang sampai Rp1 juta kini batasannya dapat ditingkatkan mencapai Rp5 juta dengan maksimal transaksi perbulan Rp20 juta.

Interkoneksi mobile wallet

Grup Telkom, melalui sinergi antaranak usaha, juga akan memastikan interkoneksi FlexiCash dengan layanan sejenis yang disediakan Telkomsel, yaitu TelkomselCash (T-Cash). Dengan saling interkoneksi, pembayaran di merchant-merchant tertentu FlexiCash dan T-Cash dapat saling digunakan.

"Ini tidak lain demi kenyamanan nasabah," tutur Agus.

Saat ini pengguna FlexiCash dibawah 10.000 pengguna. Adapun pengguna T-Cash masih di bawah 100.000 pengguna. Dari layaan e-money tersebut faktor sukses saat ini dikontribusi oleh layanan remitansi.

"Remitansi menyumbang 60% transaksi," tuturnya.

Finnet sendiri telah menjalin sejumlah kerja sama di antaranya dengan MobilityOne Sdn Bhd-perusahaan Malaysia yang terdaftar di bursa London.

Kerja sama tersebut mencakup jaringan dan aplikasi khusus yang dikembangkan untuk transaksi antarnegara. Kerangka kerja sama ini adalah pengembangan mobile-wallet termasuk fitur-fitur pembayaran antarnegara.

Seiring dengan pengembangan-pengembangan itu, mitra merchant penjual barang dan jasa maupun bank penyimpan dana baik di FlexiCash maupun T-Cash akan ditingkatkan.

Akhir tahun lalu saja, menurut data Telkomsel, sudah terjaring sebanyak 50 perusahaan yang bergabung dan layanan sudah dapat digelar di 3.000 lokasi outlet di Jawa, Bali dan Sumatra.

Dengan kenyamanan, keamanan dan kepraktisan yang ditawarkan aplikasi ini, apalagi pada saatnya akan terjalin interkoneksi layanan mobile wallet antaroperator maka bukan tidak mungkin jalur telekomunikasi akan menjadi jalur pilihan bertransaksi membeli barang dan jasa sekaligus mengirim uang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar